DAY 3 — JUM’AT, 22 MEI 2026

PELATIHAN MEDIASI KESEHATAN BATCH 7

Pendalaman Strategi Mediasi dan Penyelesaian Konflik di Bidang Kesehatan

Jum’at, 22 Mei 2026 — Pelaksanaan Pelatihan Mediasi Kesehatan Batch 7 memasuki hari ketiga dengan pembahasan materi yang semakin mendalam terkait strategi penyelesaian sengketa kesehatan melalui pendekatan mediasi yang efektif dan profesional.

Kegiatan yang berlangsung pada tanggal 20–24 Mei 2026 ini diselenggarakan oleh:

  • Institut Pengadaan Publik Indonesia (IPPI)
  • Dewan Sengketa Indonesia (DSI)
  • Yayasan Pendidikan Dewan Sengketa Indonesia

Pada sesi pelatihan hari ketiga, peserta memperoleh pembelajaran dari dua narasumber yang memiliki pengalaman luas di bidang mediasi dan penyelesaian sengketa.

Narasumber Pertama

Dr. Afwan Faizin, S.Ag., M.A.
(Trainer Mahkamah Agung Republik Indonesia)

Dalam penyampaian materinya, beliau menekankan pentingnya pendekatan komunikasi persuasif dan etika mediator dalam proses penyelesaian konflik. Selain itu, peserta juga dibekali pemahaman mengenai peran mediator sebagai pihak netral yang harus mampu menjaga keseimbangan kepentingan para pihak dalam sengketa.

Beliau turut menjelaskan bahwa keberhasilan mediasi tidak hanya ditentukan oleh kemampuan hukum, tetapi juga keterampilan membangun dialog dan kepercayaan di antara pihak yang bersengketa.

Narasumber Kedua

UUD Cahyono, S.H., MARS.

Pada sesi berikutnya, beliau membahas praktik dan tantangan penyelesaian sengketa di sektor pelayanan kesehatan, termasuk pentingnya pemahaman terhadap aspek manajemen rumah sakit, komunikasi pelayanan medis, dan perlindungan hak pasien.

Materi yang diberikan pada hari ketiga ini semakin memperkuat pemahaman peserta mengenai pentingnya kolaborasi antara pendekatan hukum, komunikasi, dan aspek pelayanan kesehatan dalam proses mediasi.

Pelatihan berlangsung secara interaktif dengan berbagai sesi diskusi dan studi kasus yang memberikan kesempatan kepada peserta untuk memahami dinamika sengketa kesehatan secara lebih komprehensif.

Melalui kegiatan ini, diharapkan para peserta mampu menjadi mediator kesehatan yang profesional, berintegritas, serta mampu memberikan solusi penyelesaian sengketa yang damai dan berkeadilan di tengah masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *