Peserta Dibekali Pendekatan Praktis Penyelesaian Sengketa di Bidang Pelayanan Kesehatan
Kamis, 21 Mei 2026 — Pelaksanaan Pelatihan Mediasi Kesehatan Batch 7 memasuki hari kedua dengan suasana pembelajaran yang aktif dan interaktif. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya peningkatan kapasitas sumber daya manusia dalam bidang penyelesaian sengketa kesehatan melalui mekanisme mediasi.
Pelatihan yang berlangsung sejak 20 hingga 24 Mei 2026 ini diselenggarakan oleh:
- Institut Pengadaan Publik Indonesia (IPPI)
- Dewan Sengketa Indonesia (DSI)
- Yayasan Pendidikan Dewan Sengketa Indonesia
Pada sesi hari kedua, para peserta mendapatkan materi yang menitikberatkan pada keterampilan mediator dalam memahami konflik pelayanan kesehatan serta membangun komunikasi yang efektif antar para pihak.

Materi pertama disampaikan oleh:
Sri Gustini, S.H., M.A., CPL., CPCLE., CPM., CPArb.
Beliau membahas pentingnya peran mediator dalam menciptakan proses penyelesaian sengketa yang adil, netral, dan konstruktif. Selain itu, peserta juga diberikan pemahaman mengenai teknik negosiasi, pengelolaan konflik, dan strategi membangun kesepakatan damai dalam proses mediasi.

Selanjutnya, sesi kedua dipandu oleh:
Anita Basuki, SKM., M.Kes., CPHM.
Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan berbagai persoalan yang sering muncul dalam pelayanan kesehatan serta pentingnya pemahaman mutu layanan dan komunikasi dalam mencegah terjadinya sengketa medis.
Pelatihan hari kedua berlangsung dengan diskusi yang dinamis dan partisipasi aktif dari peserta. Berbagai studi kasus dan pengalaman lapangan turut menjadi bagian dari pembelajaran untuk memperkuat pemahaman peserta terhadap praktik mediasi kesehatan di Indonesia.
Melalui kegiatan ini, diharapkan para peserta dapat mengembangkan kemampuan profesional sebagai mediator kesehatan yang mampu memberikan solusi penyelesaian sengketa secara efektif, humanis, dan berorientasi pada keadilan bagi seluruh pihak.
